5 Alasan Pemilihan Tempat Wisata Edukasi Yang Tepat Bagi Siswa TK dan SD

5 Alasan Pemilihan Tempat Wisata Edukasi Yang Tepat Bagi Siswa TK dan SD

Di tahun ajaran baru para guru Penanggung Jawab (PJ) untuk kunjungan edukatif atau field trip selalu disibukkan untuk mencari tempat yang layak untuk dikunjungi siswanya. Pada artikel ini akan saya sajikan 5 alasan pemilihan tempat wisata edukasi yang tepat bagi siswa TK dan SD.

Hampir setiap guru penanggung jawab wisata edukasi yang saya tanyakan sebagian besar menjawab alasan utama mereka mencari tempat adalah:

(1) Sesuai dengan Tema Field Trip.

Masalah tema ini penting karena setiap guru, terutama TK dituntut untuk mengajarkan para siswa nya sesuai dengan tema yang saat itu diajarkan. Kurikulum TK umumnya hampir sama. Setiap sekolah diwajibkan untuk mengajarkan pelajaran secara classroom presentation (di dalam kelas) dan outdoor activity (di luar kelas).

Materi yang diajarkan di dalam kelas tidaklah terlalu sulit. Dengan berbekal alat peraga dan audio visual seperti film, siswa sudah bisa memahami pelajaran dengan cukup baik. Setelah selesai, guru akan me-review pelajaran dengan melakukan tanya jawab kepada siswa.

Outdoor activity adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas. Umumnya dikenal dengan nama field trip atau kunjungan edukatif (KE), atau wisata edukasi/tif. Untuk kegiatan belajar di luar kelas ini, guru penanggung jawab harus mencarikan tempat yang cocok dengan TEMA pada bulan tersebut.

Ada lho tempat wisata edukatif yang sekali kunjungan bisa mendapatkan 3 tema yang berbeda secara berbarengan. Di Sentulfresh Education Farm, para siswa dapat melakukan 3 tema sekaligus yaitu (a) Tema Binatang (b) Tema Tanaman, dan (c) Tema Bioteknologi (membuat yoghurt).

(2) Tidak Jauh Dari Sekolah dan Bebas Macet

Seringkali guru mengeluhkan bahwa “kog tempatnya jauh yaa..” atau juga “jika berangkat dari sekolah kami pagi hari, kira-kira sampai di sini jam berapa yaa….?”. pertanyaan klasik itu selalu dilontarkan oleh guru yang survei ke tempat wisata edukasi.

(3) Privacy Terjaga dan Tertutup

Syarat ketiga ini agaknya cukup sulit untuk dipenuhi oleh beberapa tempat wisata edukatif. Seringkali karena tempat wisata tersebut adalah ruang publik, seperti misalnya kebun binatang, taman budaya, museum, atau kebun raya, Maka tak heran jika orang masuk hilir mudik ke tempat wisata tersebut tanpa batasan yang jelas.

Mengapa hal ini menjadi concern guru yang mensurvei?. Siswa TK dan SD, terutama sekali bagi siswa TK, orang tua murid sangat mengkhawatirkan keselamatan diri si anak. Mereka sering mensyaratkan guru untuk extra waspada mengawasi para siswanya sehingga untuk sekolah yang bertarif mahal atau Top, mereka selalu mengikut sertakan security ke dalam rombongan field trip atau wisata edukasi tersebut.

Di kampung horta bogor, aspek privacy ini sangat diperhatikan. Para guru akan menanyakan kepada kami, akses pintu masuknya di mana saja pak? Apakah satu pintu atau ada pintu lain?. Setelah dijelaskan hanya satu pintu saja dan satpam bisa “MELARANG” orang lain bahkan orangtua murid untuk masuk ke farm. Itupun jika pihak sekolah yang meminta pihak farm untuk menutup akses tersebut.

(4) Kenyamanan Berkunjung

Selama wisata edukatif berlangsung siswa diharapkan menikmati setiap venues yang dilewati. Mereka ingin agar siswa nyaman dalam ber wisata edukatif sehingga setelah pulang akan memberikan kesan yang nyaman kepada anak.

Selain itu juga guru yang survei selalu melihat kemungkinan jika hujan tiba. Mereka akan tanya apakah disini ada tempat untuk berlindung jika hujan datang tiba-tiba. Pihak pengelola wisata biasanya akan bilang bahwa untuk mengantispasi hal tersebut, maka sebaiknya siswa membawa jas hujan tipis yang bisa di masukkan ke dalam tas.

Adanya pepohonan yang rindang juga turut mempengaruhi keputusan guru untuk memilih tempat wisata tersebut. Seringkali mereka taking picture diambil dari beberapa sudut dan nantinya akan dipresentasikan di depan kepala sekolah atau komite sekolah.

(5) Sesuai Dengan Alokasi Budget

Pada awal tahun ajaran baru setiap sekolah selalu meng-anggarkan budget #wisata_edukatif dengan range 25% diatas budget tahun lalu. Mengapa demikian? Karena seringkali setiap tahun ada kenaikan tarif di beberapa tempat wisata edukasi.

Meskipun tidak selalu naik tarif, tetapi untuk mengantisipasi hal tersebut, guru yang menyusun budget selalu menaikkan biaya 25% diatas biaya tahun lalu.

Berapa kisaran budget wisata edukatif untuk TK dan SD?. Di beberapa sekolah ditemukan angka 250,000 hingga 400,000 per siswa untuk setiap kali kunjungan wisata edukasi.

Selain tentu saja biaya masuk ke tempat wisata edukasi tadi, alokasi dana tersebut diperuntukkan juga untuk biaya transportasi/bus, biaya extra lunch atau snack, biaya tol, dan biaya lain-lain.

Saat ini, di Kampung Horta Bogor, dengan HANYAmenganggarkan 100,000 rupiah saja, siswa sudah bisa menikmati 3 tema sekaligus yaitu tema binatang, tema tanaman, dan tema bioteknologi. Budget tersebut sudah termasuk biaya makan siang / lunch, goodie bag (susu 1 botol dan es yoghurt sentulfresh 1 pax). Cukup murah bukan…? Untuk reservasi bisa klik Disini.

Demikian lima alasan utama bagi sekolah untuk memilih tempat wisata edukasi bagi siswa TK dan SD. Semoga referensi ini berguna bagi para guru untuk memutuskan tempat mana yang layak can cocok bagi siswanya ber wisata edukasi.

 

sumber

https://zulhamariansyah.com